12 Ciri Kaki Ayam Bangkok Jawara yang Wajib Anda Tahu!

Memilih ayam bangkok berkualitas memang bukan perkara mudah. Ada banyak pertimbangan yang perlu dilakukan untuk menentukan layak tidaknya seekor ayam dipelihara dan dijadikan jagoan. Selain dapat dilihat langsung dari gaya dan teknik bertarungnya, ayam bangkok berkualitas juga dapat diidentifikasi langsung dari beberapa ciri kenampakan fisik dan katuranggannya, misalnya dari kaki ayam bangkok tersebut.

Kaki Ayam Bangkok

Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang ciri-ciri kaki ayam bangkok berkualitas yang layak menjadi indikator dalam mempertimbangkan dan memilih ayam terbaik untuk dijadikan jagoan laga. Indikator kaki ayam bangkok berkualitas yang dapat digunakan misalnya bentuk paha, lutu, jari, sisik, tulangan, tumit, pergelangan kaki, dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya, silakan disimak dan diperhatikan dengan seksama pembahasan berikut ini!

1. Bentuk Paha

Ayam bangkok kelas jawara umumnya memiliki paha yang bentuknya pipih atau gepeng jika dilihat dari depan. Bentuk paha yang menyerupai paha belalang ini menunjang ayam bangkok agar luwes dalam bergerak dan melakukan manuver serangan dan pukulan di udara. Sebaliknya, kaki ayam bangkok dengan paha membulat umumnya akan sulit bergerak dan memiliki pukulan dengan teknik yang monoton.

2. Otot Paha

Paha yang gepeng memang merupakan salah satu ciri kaki ayam bangkok berkualitas, namun bukan berarti otot dari paha tersebut harus kecil. Otot paha ayam bangkok yang berkualitas haruslah padat, besar dan kuat. Otot yang demikian umumnya terlihat nongol jika paha dilihat pangkalnya dari samping. Otot paha ayam yang besar sangat menunjang kekuatan ayam dalam bermanuver. Bila Anda ingin memiliki ayam dengan otot paha yang besar, Anda bisa melakukan latihan lari dan berenang serta teknik latihan lainnya yang dapat Anda baca di artikel ini.

3. Lutut Kaki

Bagian kaki ayam bangkok yang satu ini memang jarang diperhatikan oleh para pehobi ayam ketika akan memilih atau membeli ayam bangkok kesayangannya. Padahal lutut sangat menopang ayam bangkok saat melakukan gerakan melompat. Lutut kaki ayam bangkok yang terlihat sedikit menekuk ketika sedang berdiri umumnya akan mampu membuat ayam bangkok melompat lebih tinggi. Selain itu, lutut yang demikian juga dapat membantu meluweskan gerakan ayam dalam menghindari pukulan lawan.

4. Warna Kaki

Warna kaki juga bisa menjadi salah satu ciri ayam bangkok berkualitas. Ayam bangkok istimewa umumnya memiliki warna kaki tembus yang sama dengan warna paruh dan warna yang mengitari kornea matanya. Warna kaki ayam yang tembus umumnya menjadi penanda bahwa ayam tersebut memiliki tingkat fokus yang tinggi, kepercayaan diri yang baik, dan bermental tangguh.

5. Ukuran Kaki

Ukuran kaki ayam bangkok berkelas umumnya akan sebanding dengan ukuran badannya. Tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar. Kaki yang lebih besar dari ukuran badannya akan membuat ayam mengalami kesulitan saat bergerak, sedangkan kaki yang lebih kecil dari ukuran badannya akan sangat riskan jika beradu dengan kaki lawan yang berukuran lebih besar.

6. Pergelangan Kaki

Ukuran pergelangan kaki ayam juga bisa menjadi indikator tingkat kekuatan pukulannya. Pergelangan kaki bagian bawah yang ukurannya lebih besar dari bagian tengah dan bagian atas umumnya akan menghasilkan pukulan yang kuat. Prinsipnya sama seperti tongkat pemukul bola kasti, semakin besar di bagian ujungnya, semakin jauh bola akan terlempar.

7. Bentuk Tulangan Kaki

Ada 2 jenis bentuk tulangan kaki, yaitu bentuk membulat dan bentuk persegi (lekukan terlihat jelas). Kedua jenis bentuk tulangan ini sebetulnya tidak bisa menjadi patokan kekuatan pukulan ayam, karena mereka memiliki kelebihannya masing-masing. Tulangan ayam yang membulat seperti batang rotan umumnya akan menghasilkan pukulan yang menyakitkan lawan, sedangkan tulangan yang berbentuk persegi akan terlihat sangar dan keras.

8. Bentuk Jari

Jari ayam yang panjang, agak kecil, dan meruncing akan menghasilkan luka yang dalam dan pedih saat mengenai wajah atau kepala ayam lawan. Sedangkan ayam dengan jari pendek, membulat dan ukurannya besar tidak akan efektif melukai bagian tubuh lawan. Oleh karena itu pastikan ciri kaki ayam bangkok berkualitas satu ini juga menjadi perhatian khusus bagi Anda.

9. Tumit Kaki

Telapak kaki atau tumit ayam bangkok yang tebal berdaging tidak akan menghasilkan pukulan yang menyakitkan, sama seperti pukulan orang yang menggunakan sarung tinju. Oleh karena itu, jangan pernah memilih ayam dengan kenampakan tumit yang demikian.

10. Jenis Sisik Kaki

Sisik kaki ayam bangkok ada 2 jenis, yaitu sisik kering dan sisik basah. Sisik kering yang umumnya tampak mengkerut akan sangat membantu ayam bangkok dalam menghindari kesakitan saat mengalami benturan, sedangkan sisik basah tidak efektif digunakan sebagai tameng tulangan kaki. Akan tetapi, Anda tidak perlu mengkhawatirkan ciri sisik ini, karena sisik basah bisa berubah menjadi keras ketika usia ayam bangkok semakin menua atau karena beberapa perlakuan tertentu.

11. Susunan Sisik

Sisik kaki dan jari ayam bangkok yang tersusun rapi merupakan pertanda syaraf motorik dan aliran darah di bagian kaki ayam berfungsi dengan baik. Ini memungkinkan ayam dapat bergerak dengan lancar, serasi, dan tidak kagok ketika menghadapi lawannya di kalangan. Lebih lengkap mengenai ciri sisik kaki ayam bangkok yang baik, Anda bisa membaca katuranggannya di link ini.

12. Taji

Taji merupakan alat tarung utama bagi ayam bangkok tipe pukul. Ayam bangkok super umumnya memiliki taji yang letaknya agak sedikit ke bawah mendekati daerah sekitar pangkal tumit. Antara taji kiri dan kanan juga harus seimbang letaknya. Selain itu, akan lebih baik lagi jika letak kedua taji tersebut segaris dengan jari belakang. Taji dengan kriteria ini akan lebih efektif untuk mengenai pukulan lawan, tentunya jika ditunjang dengan teknik permainan yang baik.

Nah, demikianlah beberapa ciri kaki ayam bangkok jawara yang dapat menghasilkan pukulan mati. Semoga pembahasan ini dapat dengan mudah dimengerti dan dapat dijadikan pedoman bagi Anda dalam memilih ayam bangkok kesayangan Anda. Semoga bermanfaat. Salam pecinta ayam bangkok!

 

3 Penyebab Ayam Aduan Ngorok dan Cara Mencegahnya

Timbulnya suara ngorok pada ayam aduan kesayangan, pasti akan membuat kita merasa terganggu. Betapapun, kita tentu menginginkan ayam kita sehat dan kuat dalam menjalani hari-harinya, karena bagaimana ia bisa menang dalam pertarungan jika untuk bernafas saja ia mengalami kesulitan. Seperti kita tahu, ayam yang ngorok biasanya memiliki nafas yang pendek dan akan mudah lelah ketika di tren.

Penyebab Ngorok pada Ayam Aduan

Ngorok adalah salah satu masalah yang paling sering dialami ayam-ayam aduan. Meski dapat diobati, masalah ngorok pada ayam kesayangan pastilah akan membuat kita was-was ketika akan menurunkannya di medan laga, apalagi bila dalam pertarungan tersebut kita memasang taruhan.

Ngorok pada ayam sebetulnya disebabkan oleh adanya lendir dalam tenggorokan dan sistem pernafasan ayam. Lendir ini selain membuatnya menjadi sulit bernafas juga dapat menyebabkan ia sering mengalami bersin-bersin. Lendir pada alat pernafasan ayam tersebut bisa ada karena 3 faktor penyebab, yaitu inveksi bakteri, kandang yang kurang baik, dan karena perawatan yang kurang diperhatikan.

Lendir tersebut sejatinya disebabkan oleh inveksi bakteri pada kerongkongan dan sistem pernafasan ayam. Bakteri ini masuk ke dalam kerongkongan melalui hidung dan mulut. Dokter hewan biasanya menyebut penyakit ngorok ini dengan istilah (chronic respiratory diseae). Ini adalah penyakit yang disebabkan karena bakteri yang merusak system pernapasan ayam aduan kesayangan kita. Bakteri ini masuk melalui alat pernapasan ayam aduan, bisa hidung ataupun mulut, jadi ngorok yang disebabkan oleh CRD ini bersifat menular. Untuk pencegahan, sebaiknya pisahkan ayam aduan ngorok. Karena virus mudah menular melalui udara, tempat makan dan tempat minum.

1. Terserang Bakteri

Pertama virus ini akan masuk melalui mulut ataupun hidung yang kemudian menempel pada tenggorokan dan berakhir pada kantung udara ayam aduan. Di kantung udara inilah bakteri berkembang biak dan menyebabkan terjadinya infeksi yang berdampak pada melemahnya sistem pernapasan ayam aduan ngorok dan memudahkan virus-virus dan bakteri lain menyerang ayam aduan kita. Jadi cara kerja bakteri ini adalah melemahkan tubuh ayam aduan ngorok, lalu hal tersebut memudahkan bakteri atau virus lain masuk ke dalam tubuh ayam kita. Maka gejala yang ditunjukkan “ngorok” yang disebabkan oleh CRD diantaranya ayam aduan ngorok terlihat lesu, sering bersin-bersin ketika makan sedikit saja, keluar lendir dari hidung (ketika sudah tingkat lanjut), mata ayam berair, dan muka ayam berwarna merah kehitaman/pucat. Penyakit ini sering muncul pada saat perubahan musim.

2. Kondisi Kandang yang Kurang Baik

Ngorok bukan karena virus bisa disebabkan karena suhu pada kandang yang terlalu tinggi, terlalu banyak ayam pada satu kandang, kandang yang terlalu lembab dan hal-hal lain yang mengakibatkan ayam aduan kesayangan kita sulit untuk bernapas atau terlalu banyak bernapas menggunakan mulut (mulut terbuka dan terlihat terengah-engah).

3. Perawatan yang Kurang Diperhatikan

Ayam yang diadu lama dan tidak “dikorok” setelahnya juga merupakan penyebab ayam aduan ngorok. Hal ini bisa memicu kerusakan pada sistem pernapasan ayam aduan ngorok yang mengakibatkan banyaknya lendir yang keluar dan mengganggu pernapasan ayam aduan kita.

Maka gejala yang ditunjukkan “ngorok” karena hal ini adalah ayam tetap terlihat fit dan sehat, tetapi sering bersin saat makan ataupun minum. Ayam aduan ngorok nampak kelelahan yang ditandai dengan terbukanya mulut ayam dan disertai suara ngorok yang menyebabkan ayam aduan ngorok seperti kehilangan suara. Dalam hal ini ayam tetap berkokok tapi kokok ayam menjadi kecil. Dalam hal ini, sebenarnya “ngorok” tidak menular pada ayam aduan lain.

 

5 Ciri Anak Ayam Bangkok yang Bagus

Memilih ayam bangkok yang bagus adalah pekerjaan mudah bagi banyak pehobi ayam. Melihat sekilas dari fisiknya saja, umumnya orang yang sudah berpengalaman pasti akan tahu bagaimana kualitas tarung ayam tersebut. Namun, beda halnya jika yang dipilih atau dinilai adalah ayam anakan yang pertumbuhan fisik masih belum optimal untuk adu ayam. Pertumbuhan fisik penentu karakter tarung seperti kepala, bulu, sisik kaki, dan leher pada anak ayam bangkok masih dalam proses sehingga akan terlalu dini jika harus dinilai.

Anak Ayam Bangkok yang Bagus

Kendati kualitas tarung ayam bangkok sulit dinilai pada usia dini, bukan berarti tidak ada sama sekali cara yang bisa dilakukan untuk memilih anakan ayam bangkok seperti apa yang calonnya punya kemampuan tarung memuaskan. Saya telah melakukan pendalaman terhadap masalah ini. Saya pun sudah menemukan beberapa celah penilaian ciri-ciri anak ayam bangkok calon juara terutama untuk anak ayam yang usianya sudah > 5 bulan. Apa saja celah dari ciri fisik anak ayam bangkok berkualitas. Berikut ini pembahasannya.

1. Kepala

Anak ayam bangkok yang bagus umumnya memiliki bentuk kepala menyerupai kepala burung jalak. Bentuk kepala yang agak tebal, panjang, dengan kulit tipis dan halus umumnya menunjukan bahwa kelak anak ayam tersebut mempunyai daya tahan yang baik terhadap pukulan, tidak cengeng saat mendapat luka pasca bertarung, dan punya penampilan yang berwibawa.

2. Paruh

Paruh anak ayam bangkok yang baik adalah paruh yang di bagian atasnya terdapat garis tengah seperti paruh burung rajawali. Ciri ini menunjukan bahwa paruh anak ayam tersebut adalah paruh yang kuat, ganas, dan mematikan saat mematuk tubuh lawan. Usahakan pula untuk memilih anak ayam yang warna paruhnya tembus atau sama dengan warna ruas kakinya.

3. Mata

Mata anak ayam yang bagus adalah yang bulat, jernih, dan letaknya agak masuk ke dalam (tulang alis menonjol). Mata yang demikian menunjukan bahwa ayam bangkok tersebut saat dewasa nantinya memiliki tingkat kewaspadaan tinggi terhadap pukulan sehingga akan sulit diserang dan dilukai lawannya.

4. Kaki

Saya biasanya melihat bentuk kaki sebagai prioritas utama dalam memilih anak ayam bangkok berkualitas. Kaki yang proporsional dengan lutut menjorok ke belakang, jari normal panjang dan terbuka lebar, serta sisiknya agak kering adalah ciri anak ayam bangkok calon juara. Pukulan ayam bangkok dengan ciri tersebut biasanya terarah dan sangat kuat. Kuda kudanya pun juga pasti seimbang.

5. Tulang

Ada 3 bagian tulang yang penting digunakan sebagai indikator kualitas anak ayam bangkok calon juara. Ketiganya yaitu tulang leher, tulang badan, dan tulang kaki.

Tulang leher yang baik adalah tulang leher yang tersusun rapat, agak panjang, dan berukuran besar. Tulang leher seperti ini sangat menunjang pergerakan kepalanya di kemudian hari. Untuk meliuk, ngeles, ngunci dan ngalung, ayam bangkok dengan bentuk tulang leher seperti ini biasanya sangat mudah melakukannya.

Tulang badan terutama di bagian dada harus besar dan tebal. Tulangnya memanjang dari bagian dada hingga tulang belakang. Tulang badan juga harus rapat, kuat, dan keras saat diraba, terutama tulang penghubung antara tubuh dan tulang ekor.

Tulang kaki ada 2 jenis, yaitu membulat dan persegi (punya lekukan seperti buah belimbing). Untuk ayam tipe pukul sebaiknya Anda memilih anak ayam dengan tipe tulang membulat. Tipe tulang seperti ini umumnya akan menghasilkan pukulan yang keras, pedas dan membekas.

Nah, itulah beberapa ciri fisik yang bisa menjadi pedoman dalam memilih anak ayam bangkok berkualitas. Saya biasa menggunakan pedoman ini saat memilih anak-anak ayam yang akan dipelihara sebagai petarung sejati. Semoga bisa bermanfaat.

 

7 Teknik Tarung Ayam Bangkok Juara

Ayam bangkok yang ingin jadi ayam juara tidak cukup bermodalkan stamina dan fisik yang kuat saja. Ia juga harus punya teknik tarung yang baik saat menghadapi lawannya. Dengan teknik tarung yang baik, ditunjang fisik dan stamina prima, ayam tersebut pasti akan memenangi setiap tarung dan menjadi ayam bangkok istimewa di kelasnya.

Teknik Tarung Ayam Bangkok

Nah, teknik tarung ayam bangkok sendiri secara umum dibedakan menjadi 2, yaitu teknik bertahan (deffense) dan teknik menyerang (offense). Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang kedua teknik dan gaya tarung ayam tersebut, mulai dari jenis serta keunggulannya.

Teknik bertahan dari serangan dan pukulan lawan (deffense) sangat penting bagi ayam untuk meminimalkan efek yang ditimbulkan dari setiap manuver lawan yang menyasar tubuhnya. Ayam bangkok trah juara biasanya sudah memiliki sifat bawaan kemampuan bertahan yang baik yang diturunkan dari induknya. Akan tetapi teknik bertahan juga dapat dilatih pada ayam melalui pembiasaan dan abaran dalam tempo singkat.

Teknik bertahan dalam tarung ayam bangkok dibedakan menjadi beberapa macam, di antaranya teknik ngalung, teknik ngunci, teknik kontrol, dan teknik ngeles.

1. Teknik Ngalung

Teknik ngalung adalah teknik bertahan yang paling umum digunakan kebanyakan ayam bangkok untuk menghindari serangan. Ayam dengan teknik ini akan mengalungkan lehernya ke leher lawan sehingga kepalanya bebas dari patukan atau pukulan. Ayam yang bermain dengan tipe bertahan seperti ini umumnya akan banyak bergerak dan menghabiskan tenaganya secara sia-sia. Ia harus memutari tubuh lawannya untuk mempertahankan posisinya agar terbebas dari serangan.

Di sisi lain, ayam dengan teknik ngalung umumnya juga akan memiliki pukulan yang keras, akan tetapi serangan dan pukulannya ini biasanya tidak mengarah pada bagian vital dari tubuh lawan. Pukulan yang dilancarkan olehnya paling-paling hanya menyasar daerah di belakang leher, seperti dada, sayap, dan punggung.

2. Teknik Ngunci

Ayam bangkok dengan teknik kuncian yang baik akan sulit dipukul lawan. Teknik ngunci dilakukan umumnya oleh ayam yang sering main bawah. Kepala dan lehernya akan masuk ke sela-sela kaki atau sayap. Jika masuk ke sayap, peluang ayam tipe ngunci untuk mematuk akan lebih besar, terutama bila ia punya otot leher yang rapat dan panjang.

3. Teknik Kontrol

Teknik kontrol dimiliki ayam yang sering main atas. Kepalanya tegak berdiri, lebih tinggi dari ayam lawan. Teknik ayam kontrol dalam bertahan adalah dengan mengontrol setiap gerakan kepala ayam lawan. Ia akan terus mengikuti gerakan lawan yang biasanya mengitari tubuhnya. Keunggulan ayam dengan tipe bertahan seperti ini adalah staminanya yang awet hingga babak pertandingan usia.

4. Teknik Ngeles

Nah, jurus ngeles ternyata bukan cuma dimiliki para potikus kita. Jurus ini ternyata juga sering digunakan oleh beberapa ayam aduan sebagai teknik bertahan. Ayam yang pandai ngeles dari pukulan lawan adalah ayam berkualitas. Meski secara gerakan ia dikontrol oleh ayam lawan, namun karena kemampuannya dalam menghindari pukulan terbilang baik, ayam ini biasanya akan bersih dan minim luka setelah bertarung.

  • Teknik Menyerang

Setelah membahas tentang teknik bertahan, selanjutnya kita akan membahas tentang teknik menyerang yang biasanya diluncurkan ayam bangkok untuk memukul lawannya. Teknik menyerang pada ayam aduan bisa dikategorikan menjadi 3, yaitu teknik jorok, teknik dorong, dan teknik shamo.

5. Teknik Jorok

Teknik jorok adalah teknik menyerang yang dilakukan dengan terus memukul tubuh ayam lawan di bagian manapun yang sekiranya bisa dipukul. Ayam-ayam dengan teknik menyerang seperti ini umumnya akan memiliki pukulan yang sangat kuat di awal babak, namun kekuatan pukulan itu akan melemah dengan sendirinya seiring berjalan waktu. Ayam tipe jorok akan sulit memenangkan lawan yang punya teknik bertahan baik. Setelah kelelahan memukul, tubuhnya akan lemas sehingga mudah diserang balik oleh lawannya.

6. Teknik Dorong

Teknik dorong merupakan teknik tarung ayam bangkok yang cukup baik dilakukan untuk mendapatkan posisi tepat sebelum memukul. Teknik dorong membuat ayam lawan terus terdorong mundur sehingga gerakannya lambat dan lengah. Ayam dengan teknik dorong akan dengan mudah memenangkan laga, terutama jika ia punya pukulan yang kuat dan akurat. Akan tetapi, sulit menemukan ayam dengan teknik menyerang seperti ini sekarang.

7. Teknik Shamo

Teknik shamo merupakan teknik tarung khas yang dimiliki ayam shamo dari Jepang. Teknik shamo merupakan gabungan dari teknik dorong dan teknik pukul akurat. Ayam dengan teknik ini akan memepet lawannya hingga posisinya terjepit. Setelah ada kesempatan bagus, ayam akan terbang dan mengarahkan jalu dan cakarnya ke bagian kepala ayam. Dengan sekali pukul saja, ayam dengan teknik shamo kadang kali bisa membuat lawannya gagar otak dan terkapar.

Nah, itulah beberapa teknik bertarung yang umumnya dimiliki ayam bangkok aduan. Akhir kata, saya ucapkan terimakasih telah membaca artikel sederhana ini. Oh ya, ayam bangkok Anda punya teknik tarung seperti apa ya?

 

10 Ciri Ciri Ayam Bangkok yang Bagus

Banyak pemula yang sering tertipu saat mencoba membeli ayam bangkok ke para botoh. Mereka acapkali membeli ayam bangkok dengan harga mahal tanpa mengetahui bagaimana sebetulnya ciri-ciri ayam bangkok yang bagus dan memiliki kemampuan bertarung yang mumpuni. Ini menyebabkan mereka kemudian merasa kecewa setelah transaksi dilakukan atau setelah mengetahui seperti apa kualitas tarung ayam bangkok yang dibelinya. Untuk itu, diperlukan pemahaman mengenai bagaimana cara mengetahui kualitas tarung ayam bangkok dari penampilan fisiknya.

Ciri Ciri Ayam Bangkok yang Bagus

Bagi para pehobi berpengalaman, mengetahui apakah seekor ayam memiliki kemampuan bagus atau tidak, tentu sangat mudah. Dengan melihat sekilas saja, mereka umumnya sudah tahu apakah ayam tersebut layak dibeli atau tidak. Namun, bagi para pemula yang minim pengalaman, menilai ciri ciri ayam bangkok yang bagus sering kali menjadi kesulitan tersendiri. Mereka membutuhkan pemahaman yang cukup dalam menilai bagaimana bentuk kepala, dada, ekor, kaki, paha, dan bagian-bagian tubuh ayam kualitas jawara.

Berikut ini kami telah menyusun sekilas ciri ciri ayam bangkok yang bagus yang mungkin bisa dijadikan pedoman bagi para pemula untuk menilai kualitas tarung ayam bangkok dilihat dari segi fisiknya.

1. Ciri Bentuk Kepala

Kita mulai dari bentuk kepala. Bentuk kepala merupakan indikator petunjuk teknik dan gaya permainan ayam petarung. Oleh karena itu, ciri-ciri ayam bangkok yang bagus bisa dilihat dari bagian tubuh yang satu ini.

Ayam bangkok yang bagus umumnya memiliki bentuk kepala seperti buah pinang. Bentuk kepala seperti ini menunjukan bahwa ayam tersebut punya gaya tarung yang cerdik. Selain itu, kepala berbentuk buah pinang biasanya akan sulit dipukul. Terlebih bila kepalanya ini lonjong memanjang, ia akan memiliki jangkauan patuk dan putaran kepala yang lebih luas sehingga akan sangat bermanfaat dalam menciptakan manuver-manuver tak terbendung saat bertarung.

2. Ciri Penampilan Paruh

Selain bentuk kepala, penampilan paruh juga dapat menjadi petunjuk tingkat ketahanan ayam bangkok saat bertarung. Ciri-ciri ayam bangkok yang bagus ditunjukan dengan paruh berbentuk parit, dekok, dan beralur. Alur paruh yang dalam dimulai dari pangkal lubang hidung sampai ujung paruh menandakan bahwa paruh ayam tersebut sangat kuat, apalagi jika tebal, panjang, dan melengkung ke bawah.

Yang perlu diperhatikan juga adalah warna paruh. Usahakan untuk memilih ayam bangkok dengan warna paruh yang seimbang antara yang kiri dan kanan. Selain itu, warna paruh juga sebisa mungkin harus sama dengan warna sisik kakinya.

3. Ciri Penampilan Jengger

Jengger pasti dimiliki semua ayam bangkok jantan. Bagian tubuh yang letaknya menempel di atas kepala ini juga dapat menjadi ciri kualitas ayam bangkok. Ayam bangkok yang bagus umumnya memiliki bentuk jengger menyerupai blangkon, artinya bagian jengger yang menempel lebih pendek dibanding ujung belakangnya. Selain itu, ayam bangkok yang bagus umumnya juga mempunyai jengger yang teksturnya lentur, tidak kaku, dan tidak tebal.

4. Ciri Kulit Muka

Kulit muka menggambarkan bagaimana karakter dan sikap ayam dalam bertarung. Ayam bangkok dengan kulit muka tebal berdaging dan berkerut-kerut umumnya punya karakter tarung yang tenang kalem dan lebih tahan menerima pukulan, sedangkan ayam dengan kulit muka tipis umumnya mempunyai karakter dan gaya tarung yang gesit tapi rentan terluka saat menerima pukulan. Anda bisa menggunakan indikator kulit muka disesuaikan dengan tipe permainan ayam Anda, apakah tergolong tipe pukul atau tipe jalu.

5. Ciri Leher

Kepala yang bagus tidak akan memberikan kelebihan apapun jika tidak ditunjang dengan struktur dan bentuk leher yang baik. Leher ayam bangkok yang bagus adalah leher dengan struktur tulang yang kecil. Leher semacam ini umumnya dapat mengatur keluwesan gerakan kepala hingga tingkat maksimal dan dapat mengunci gerakan leher lawan saat memeluknya kala beradu.

6. Ciri Penampilan Badan

Ayam bangkok yang bagus umumnya memiliki bentuk badan yang proporsional. Badan yang panjang dengan pinggang berisi adalah tanda ayam dengan kemampuan tarung mumpuni. Diusahakan pula tubuh ayam berbentuk huruf V jika dilihat dari atas. Bentuk seperti ini menandakan bahwa ayam memiliki bahu yang lebar. Ayam dengan bahu lebar umumnya memiliki tenaga dorong yang lebih kuat sehingga sering menang dalam teknik permainan ngalung.

7. Ciri Penampilan Dada

Penampilan dada juga menentukan ketangguhan ayam. Tulang dada yang panjang adalah ciri ciri ayam bangkok yang bagus, karena biasanya tulang dada seperti itu menunjukan bahwa ayam punya daya tahan yang baik dan pukulan yang kuat.

8. Ciri Penampilan Paha

Bentuk dan kekuatan paha ayam menunjukan seberapa kencang pukulannya. Paha ayam bangkok yang bagus adalah yang bentuknya menyerupai bentuk paha belalang, yakni terlihat pipih dari depan tapi terlihat gempal dari samping. Bentuk paha seperti ini menunjukan bahwa ayam mempunyai konsistensi pukulan yang memadai dan tak mudah lempoh saat menjalani permainan yang panjang.

Jarak antar paha juga menjadi indikator ciri ciri ayam bangkok yang bagus. Sebisa mungkin pilihlah ayam bangkok yang kedua pahanya rapat. Paha yang seperti ini menunjukan bahwa ayam memiliki pukulan yang akurat.

9. Ciri Penampilan Kaki

Secara lengkap pembahasan mengenai ciri kaki ayam bangkok yang bagus sebetulnya sudah dibahas di artikel sebelumnya. Namun secara sekilas, kami pun akan mengulasnya kembali sebagai pelengkap.

Kaki ayam yang baik adalah yang bentuknya menyerupai tangkai pemukul bola kasti, kecil dekat pangkal paha, tapi membesar dekat cakarnya. Kaki ayam seperti ini menunjukan kekuatan pukulan yang mumpuni. Tenaga yang dikeluarkan ayam untuk memukul keras akan lebih efisien karena menggunakan prinsip fisika bidang miring.

Usahakan pula kaki ayam memiliki sisik yang kering dan cakar yang panjang runcing. Sisik kering melindungi tulang kaki saat terjadi benturan, sedangkan cakar panjang meruncing sangat baik digunakan sebagai senjata sekunder saat terjadi pukulan.

10. Ciri Penampilan Ekor

Ciri ayam bangkok yang bagus terakhir bisa kita lihat dari penampilan ekornya. Ekor merupakan bagian tubuh yang menopang keseimbangan gerak ayam saat melakukan duel udara. Ekor membantu pergerakan ayam saat memutar, melompat, membalik badan, dan mengarahkan pukulan.

Ekor ayam bangkok yang baik adalah ekor yang punya tulang besar, kuat dan rapat. Anda bisa mengetahuinya dengan cara menyentuh secara langsung bagian tubuh belakangnya.

Nah, itulah sedikit pemahaman saya mengenai ciri-ciri ayam bangkok yang bagus dilihat dari fisik tubuhnya. Secara lengkap, untuk membuktikan bagus tidaknya ayam bangkok yang Anda pilih, Anda bisa mengabarnya beberapa saat untuk melihat bagaimana teknik bertarungnya di medan laga. Semoga bermanfaat.